4 Amalan Menyambut Bulan Ramadhan Saat Pandemi Corona
Niken Widya Yunita - detikNews
Bulan
Ramadhan 2020 akan datang sebentar lagi. Sebagai seorang
Muslim, tentunya kita menyambut bulan penuh rahmat itu dengan melakukan
amalan-amalan.
Menurut Wakil Menteri Agama (Wamenag), Zainut Tauhid
Sa'adi, bulan suci Ramadhan adalah bulan yang sangat mulia. Allah SWT melipat
gandakan pahala semua amal ibadah di bulan Ramadhan.
"Karena itu kehadirannya selalu
ditunggu-tunggu oleh seluruh umat Islam di mana pun berada," ujar Wamenag
kepada detikcom, Sabtu (11/4/2020).
Untuk menyambut bulan yang mulia tersebut, umat Islam
dianjurkan melakukan amalan.
Berikut amalan-amalan menyambut Ramadhan menurut Wamenag:
1. Menata niat yang baik, ikhlas dan penuh
menyambutnya dengan penuh kegembiraan
Rasulullah SAW bersabda :
Barang siapa yang bergembira dengan
datangnya bulan Ramadhan, Allah akan mengharamkan jasadnya masuk ke dalam
neraka.
"Begitu mulianya bulan Ramadhan
sehingga menyambut dengan perasaan senang dan gembira saja Allah SWT akan
memberikan jaminan surga kepadanya. Dengan catatan jika semua itu dilaksanakan
dengan penuh keimanan dan keihlasan," tuturnya.
2. Berpuasa, Baca Al Qur'an, dan Perbanyak
Sedekah
Hendaknya sebelum masuk bulan Ramadhan
yaitu bulan Rajab dan Sya'ban, sudah mulai melatih diri dengan melaksanakan
amalan-amalan sunat, misalnya berpuasa, membaca Al Qur'an, memperbanyak sedekah
dan zakat mal (harta). Hal ini sesuai dengan hadits Nabi diriwayatkan dari
Anas: "Bahwa umat Islam ketika masuk bulan Sya'ban, maka senantiasa
membaca Al Qur'an dan mengeluatkan zakat hartanya, sebagai, bantuan untuk orang
miskin dalam menghadapi puasa.
3. Melaksanakan Ziarah
Amalan-amalan menyambut Ramadhan
berikutnya yakni ziarah ke makam orang tua, kerabat, dan saudara yang telah
mendahului kita. Hal ini untuk mendoakan agar diampuni dosa-dosanya, diterangkan,
dan diluaskan alam kuburnya serta diberikan tempat yang mulia di sisi Allah
SWT.
Ziarah kubur merupakan amalan yang sangat
baik, di samping kita akan mendoakan kepada ahli kubur khususnya orang tua
kita. Juga ziarah kubur akan mengingatkan kita pada kematian. Bahwa kematian
itu adalah sebuah kepastian sehingga kita harus mempersiapkan diri
sebaik-baiknya sebelum ajal menjemput kita.
Ziarah kubur waktunya boleh setiap saat,
namun pada saat menjelang bulan puasa memiliki makna yang sangat istimewa, di
samping nilai silaturahminya. Juga karena bulan Sya'ban memiliki nilai
keutamaan dibandingkan bulan lainnya.
"Mengingat masih terjadi wabah virus
corona, sebaiknya agenda ziarah kubur ditiadakan dan diganti dengan berdoa dari
rumahnya masing-masing," ucap Wamenag yang menjabat Wakil Ketua Majelis
Ulama Indonesia (MUI) itu.
4. Silaturahmi dan Saling Memaafkan
Amalan
menyambut Ramadhan berikutnya yakni Silaturahmi dan saling
memaafkan di antara saudara, kerabat, dan teman-teman. Hal ini penting
dilakukan agar kita memasuki bulan puasa dengan bersih jiwanya, penuh
ketenangan, keihlasan dan kekhusuan semata ingin mengharapkan ridlo dari Allah
SWT.
Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat
Al Baqarah ayat 178 yang artinya: "Maka barangsiapa yang mendapat suatu
pemaafan dari saudaranya, hemdaklah (yang memaafkan) mengikuti dengan cara yang
baik, dan hendaklah (yang diberi maaf) membayar diat kepada yang memberi maaf
dengan cara yang baik (pula). Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari
Tuhan kamu dan suatu nikmat. Barang siapa yang melampaui batas sesudah itu,
maka baginya siksa yang sangat pedih. (QS Al-Baqarah ayat 178).
"Untuk kegiatan silaturahmi dan saling meminta
maaf bisa dilakukan melalui media sosial dan media daring mengingat masih ada
kebijakan untuk physical distancing dan PSBB," tutup Wamenag.
Komentar
Posting Komentar