7 SIFAT GAUL MENURUT
ISLAM
1.
Salimul Aqidah (aqidah yang bersih)
Nah sobat muda, Salimul aqidah merupakan sesuatu yang harus ada
pada setiap muslim. Dengan aqidah yang bersih, seorang muslim akan memiliki
ikatan yang kuat kepada Allah . Dengan ikatan yang kuat itu kita nggak
akan nyimpang dari jalan dan ketentuan-ketentuan-Nya. Dengan kebersihan dan
kemantapan aqidah, seorang Muslim akan menyerahkan segala perbuatannya kepada
Allah ta’ala sebagaimana dalam firman-Nya:
"Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku, semua bagi
Alloh tuhan semesta alam" (QS. Al An'am:162).
Karena aqidah yang salim merupakan sesuatu yang amat penting, maka pada
awal da'wahnya kepada para sahabat di Mekkah, Rasulullah SAW mengutamakan pembinaan
aqidah, iman dan taukhid. Kita bisa tau hal tersebut Tentunya dengan
membaca buku-buku Islami dan kajian-kajian yang bermanfaat.
2.
Sahihul
Ibadah (ibadah yang benar)
Sobat muda, Shahihul ibadah merupakan salah satu perintah Rasulullah SAW yang penting. Dalam satu
hadits, Rasulullah SAW beliau bersabda:
"Shalatlah kamu sebagaimana melihat aku shalat". Dari ungkapan ini
kita bisa nyimpulin nih, bahwa dalam melaksanakan setiap peribadatan
haruslah merujuk kepada sunnah Rasul yang berarti tidak boleh ada unsur
penambahan atau pengurangan.Muslim yang gaul emang muslim yang punya prinsip.
Tapi prinsip kita harus berdasarkankepada Al Qur'an dan Sunnah, bukan asal
prinsip. Apalagi berprinsif sama hawa nafsu dan orang yang engga ngerti
agama. Nggak banget deh!!!
3.
Matinul
Khuluq (akhlaq yang kokoh)
Sobat muda, Matinul khuluq merupakan sikap dan perilaku yang harus
dimiliki oleh setiap muslim, khususnya kita nih sebagai generasi muda.
Sifat tersebut harus ada baik dalam hubungannya kepada Allah ta’ala maupun
dengan makhluk-makhluk-Nya. Dengan akhlak yang mulia, manusia akan bahagia
dalam hidupnya, baik di dunia maupun di akhirat. Pingin kan ngerasain bahagia
dunia-akhirat? Jelaslah.. Nah, karena begitu penting memiliki akhlak
yang mulia bagi umat manusia, maka Rosulullah diutus untuk memperbaiki
akhlak dan beliau sendiri telah mencontohkan kepada kita akhlaknya yang agung
sehingga diabadikan oleh Allah di dalam Al Qur'an yang artinya. "Dan
sesungguhnya kamu benar-benar memiliki akhlak yang agung"(QS. Al
Qalam: 4).
4.
Qowiyyul
Jismi (kekuatan jasmani)
Nah sobat muda, Qowiyyul jismi merupakan satu sisi
yang harus ada pada setiap Muslim, kita katakan lagi khususnya kita sebagai
pemuda. Kekuatan jasmani berarti seorang muslim memiliki daya tahan tubuh
sehingga dapat melaksanakan ajaran Islam secara optimal dengan fisiknya yang
kuat. Shalat, puasa, zakat dan haji merupakan amalan di dalam Islam yang harus
dilaksanakan dengan fisik yang sehat dan kuat. Apalagi berjihad di jalan Allah ta’ala dan
bentuk-bentuk perjuangan lainnya. Yang intinya untuk mencari ridho Allah
‘azza wa jalla.Namun jangan sampai seorang muslim
sakit-sakitan. Karena kekuatan jasmani juga termasuk hal yang penting, maka
Rasulullah bersabda yang artinya: "Mukmin yang kuat lebih dicintai
Allah daripada mukmin yang lemah (HR. Muslim),
5.
Kemudian
selanjutnya, ke-5 Mujahadatul Linafsihi
(berjuang melawan hawa nafsu)
Sobat muda, Mujahadatul linafsihi merupakan salah satu
kepribadian yang juga harus ada pada diri seorang muslim karena setiap manusia
memiliki kecenderungan pada yang baik dan yang buruk. Melaksanakan kecenderungan
pada yang baik dan menghindari yang buruk amat menuntut adanya kesungguhan.
Kesungguhan itu akan ada manakala seseorang berjuang dalam melawan hawa nafsu.
Hawa nafsu yang ada pada setiap diri manusia harus diupayakan tunduk pada
ajaran Islam.Rasululloh shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: "Tidak
beriman seseorang dari kamu sehingga ia menjadikan hawa nafsunya mengikuti apa
yang aku bawa (ajaran Islam)" (HR. Hakim)
6.
Harishun
Ala Waqtihi (pandai menjaga waktu)
Sobat muda, Harishun ala waqtihi merupakan faktor
penting bagi manusia. Hal tersebutkarena waktu mendapat perhatian yang
begitu besar dari Allah ta’ala dan Rasul-Nya. Allah banyak
bersumpah di dalam Al Qur'an dengan menyebut nama waktu seperti wal fajri, wad
dhuha, wal 'asri, wallaili dan seterusnya.Allah memberikan waktu
kepada manusia dalam jumlah yang sama, yakni 24 jam sehari semalam. Dari waktu
yang 24 jam itu, ada manusia yang beruntung dan tak sedikit manusia yang rugi.
Karena itu tepat sebuah semboyan yang menyatakan: "Lebih baik kehilangan
jam daripada kehilangan waktu". Waktu merupakan sesuatu yang cepat berlalu
dan tidak akan pernah kembali lagi.
Telah Allah terangkan sebagai masa kuat diantara 2 masa lemah yaitu
anak-anak dan masa tua, Allah ta’ala berfirman yang artinya: “Allah,
Dialah yang menciptakan kamu dari Keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu)
sesudah Keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah
kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan
Dialah yang Maha mengetahui lagi Maha Kuasa.” (QS. Ar-Ruum: 54)
Maka diantara yang disinggung Nabi adalah memanfaatkan momentum lima perkara sebelum datang lima perkara, yakni waktu hidup sebelum mati, sehat sebelum datang sakit, muda sebelum tua, senggang sebelum sibuk dan kaya sebelum miskin.
Maka diantara yang disinggung Nabi adalah memanfaatkan momentum lima perkara sebelum datang lima perkara, yakni waktu hidup sebelum mati, sehat sebelum datang sakit, muda sebelum tua, senggang sebelum sibuk dan kaya sebelum miskin.
7. Nafi'un Lighoirihi (bermanfaat bagi
orang lain)
Sobat muda, Nafi'un lighoirihi merupakan
sebuah tuntutan kepada setiap muslim. Manfaat yang dimaksud tentu saja manfaat
yang baik sehingga dimanapun dia berada. Sehingga orang merasakan keberadaannya
dan merasa kehilangan ketika ia tidak ada.
Ini berarti setiap muslim itu harus selalu
berfikir, mempersiapkan dirinya dan berupaya semaksimal untuk bisa bermanfaat
dan mengambil peran yang baik dalam masyarakatnya. Dalam kaitan ini,
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda yang artinya: "Sebaik-baik
manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain" (HR. Qudhy
dari Jabir).
by : ikramur
by : Rido Saputra
Komentar
Posting Komentar